Hamba
berlindung kepada ALLAH dari setan yang terlaknat.
Dengan Asma
ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji
bagi ALLAH, Rabb alam semesta.
Salam dan shalawat
untuk Nabi Muhammad (s.a.w.) beserta keluarga dan keturunannya.
QS
Al Kahfi 18 ayat 7-8: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi
sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka
yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan
apa yang di atasnya (Bumi) menjadi tanah kering lagi tandus.
Sebagaimana
janji ALLAH SWT dalam QS Al Kahfi di atas, ALLAH SWT akan membuat bumi menjadi
kering dan tandus. Kondisi ini merupakan tanda akan keluarnya Dajjal Al Masih
(Al Masih palsu). Dajjal merupakan fitnah terbesar umat manusia, yang akan
menyesatkan umat manusia dari keimanan kepada ALLAH SWT. Nabi (s.a.w.) telah
menubuwatkan perihal bumi menjadi kering dan tandus, sebagaimana diriwayatkan
oleh Asma’ binti Yazid: Tiga tahun sebelum keluarnya Dajjal, langit akan
menahan sepertiga hujannya, bumi menahan sepertiga tumbuhannya, pada tahun
kedua, langit menahan dua pertiga hujannya dan bumi menahan dua pertiga
tumbuhannya, pada tahun ketiga langit menahan seluruh hujannya dan bumi menahan
seluruh tumbuhannya, maka tidak ada satu pun hewan bersepatu dan berkuku
kecuali mati. HR Ahmad No. 27568. Hadits yang lain juga menubuwatkan
perihal fase-fase sebelum kedatangan Dajjal. Kami pernah duduk di sisi
Rasulullah (s.a.w.), lalu beliau menyebut-nyebut fitnah dan menuturkannya
dengan panjang lebar sampai beliau menyebutkan fitnatul Ahlas. Seseorang
bertanya, "Wahai Rasulullah, apa fitnah Ahlas itu?" Beliau menjawab:
"Ia adalah fitnah pelarian dan fitnah peperangan. Kemudian fitnah
Sarra`yang kerusakannya muncul dari bawah kedua kaki seorang lelaki dari Ahli
baitku. Dia mengira bahwa dia termasuk golonganku padahal dia bukan dari
golonganku, karena waliku hanyalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia
bersepakat mengikuti seorang laki-laki sebagaimana (bersatunya) pangkal paha.
Kemudian fitnah Duhaima` tidak meninggalkan seorang pun dari ummat ini kecuali
akan menimpanya. Kalaulah ada berita fitnah itu terhenti, justru kenyataan
semakin melebar, yang saat itu seseorang pada pagi harinya dalam keadaan
Mukmin, kemudian sore harinya dalam keadaan kafir, sehingga manusia berakhir
dengan dua golongan. Yaitu golongan iman yang sama sekali tidak menyimpan
kemunafikan dan golongan nifaq yang sama sekali tidak mempunyai keimanan. Jika
kondisinya sudah seperti itu maka tungguhlah Dajjal semenjak hari ini atau esok
harinya. HR Ahmad No. 5892.
Berdasarkan
kronologi peradaban, saat ini sudah mencapai peradaban akal. Yaitu dengan
dikembangkannya Kecerdasan Buatan (AI). Ini menandai era akhir kehidupan
manusia atau Hari Kiamat sudah semakin dekat. Ini juga berarti zaman fitnah
Sarra’ atau fitnah kesenangan hidup akan segera berakhir dan mulai memasuki
zaman fitnah Duhaima’ atau fitnah pemisahan keimanan dengan kemunafikan.
Keimanan kepada ALLAH sudah tidak bisa lagi bercampur dengan keimanan akan
harta, ilmu dan kekuasaan. Bukankah ini adalah saat ini? Misalnya di jazirah
Arab sedang berlangsung perang, yang dimulai dari Suriah pada tahun 2011 (1432
H), lalu penyerbuan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 (1445 H) dan sekarang
berlangsung perang Iran melawan Amerika dan Israel. Bukankah keadaan ini akan
menakutkan manusia munafik yang takut perang sehingga mereka meninggalkan wilayah
Syam? Di wilayah lain, Amerika menakut-nakuti negara-negara lain bahkan
menyerang agar mereka tunduk, seperti Venezuela, Iran, Greenland. Amerika juga
menakut-nakuti negara-negara lain dengan perang bea masuk. Ini semua adalah
bagian dari fitnah Duhaima’.
Prakiraan ini
juga diperkuat penjelasan Muhammad Al Fuli dalam channel youtubenya, bahwa
keruntuhan kerajaan Saudi diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2029. Hal
ini didasarkan atas penafsirannya akan makna muncul dua tanduk setan (qarnu)
bisa diartikan umur kerajaan Saudi Arabia adalah satu abad sebagaimana
dinyatakan dalam hadits Nabi (s.a.w.): Ya Allah! Berkahilah Syam kami. Ya
Allah! Berkahilah Yaman kami.” Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah,
dan Najd kami?" Aku pikir untuk ketiga kalinya Nabi (s.a.w.) berkata,
"Di sana (di Najd) akan terjadi keguncangan dan fitnah, dan dari sana akan
muncul dua tanduk Setan (qarnu). (HR Bukhari No.
6565).
BMKG dan
kanal-kanal cuaca telah menyampaikan bahwa pada Agustus 2026 diprediksi akan
terjadi kekeringan yang panjang. Ini akan membuat orang takut kelaparan dan
kehausan dan akan terjadi kepanikan. Bilamana nanti terjadi, dengan tertahannya
1/3 hujan dan 1/3 tanaman tidak tumbuh, maka potensi hawa panas dan lembab akan
terjadi. Udara lembab akan mendorong kuman-kuman berkembang di udara. Kondisi
ini akan menciptakan wabah yang merenggut nyawa umat manusia. Keadaan ini juga bisa
membuat es di Greenland mencair (Al Furat) dan menampakkan gunung emasnya. Nabi
(s.a.w.): Kiamat tidak akan terjadi sampai Eufrat mengering sehingga
muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari
setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh
sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan akulah
orang yang selamat.” (HR. Muslim no. 2894). Maka manusia akan berperang
untuk memperebutkannya.
Dalam himpitan
yang mencekik berupa perang dan wabah penyakit, maka sejatinya umat Islam
mendapat rahmat ALLAH berupa seleksi iman. Dengan kekuatan iman, maka umat
Islam akan bangkit untuk mengalahkan kezaliman dan menegakkan yang haqq. Di
saat yang sama kezaliman semakin menjadi-jadi. Inilah saat kemunculan Imam
Mahdi (a.s.).
Apa yang harus dipersiapkan dari sekarang untuk menghadapi
fitnah Duhaima’ ini? Sedangkan pengertian keimanan saja sudah melenceng dari
tuntunan Nabi (s.a.w.), bukankah umat Islam masih ingat akan 6 Rukun Iman.
Namun apakah mengerti dan mengetahui bagaimana cara menerapkannya dalam
kehidupan? Alhasil, umat beriman kepada harta, kekuasaan dan ilmu sebagai
solusi atas permasalahannya.
--------------------------------------------------------------------------------
Papahan,
5 Syawal 1447 / 24 Maret 2026
Referensi :
1.
IQuran
2.
Muslim.or.id
3.
Detik.com