Selasa, 24 Maret 2026

Bumi 2029 kering dan tandus

Hamba berlindung kepada ALLAH dari setan yang terlaknat.

Dengan asma ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi ALLAH, Rabb alam semesta.

Salam dan sholawat untuk Nabi Muhammad (s.a.w.) beserta keluarga dan keturunannya.

QS Al Kahfi 18 ayat 7-8: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya (Bumi) menjadi tanah kering lagi tandus.

Insya ALLAH umat sedang memasuki saat-saat kritis, dimana ujian (fitnah) keimanan akan mencapai puncaknya. Sebagaimana janji ALLAH SWT dalam QS Al Kahfi di atas. BMKG dan kanal-kanal cuaca telah menyampaikan bahwa pada Agustus 2026 akan terjadi kekeringan yang panjang. Nabi (s.a.w.) juga telah menubuwatkan perihal bumi menjadi kering dan tandus, sebagaimana diriwayatkan oleh Asma’ binti Yazid: Tiga tahun sebelum keluarnya Dajjal, langit akan menahan sepertiga hujannya, bumi menahan sepertiga tumbuhannya, pada tahun kedua, langit menahan dua pertiga hujannya dan bumi menahan dua pertiga tumbuhannya, pada tahun ketiga langit menahan seluruh hujannya dan bumi menahan seluruh tumbuhannya, maka tidak ada satu pun hewan bersepatu dan berkuku kecuali mati. HA Ahmad No. 27568.

Kenapa informasi ini sangat penting? Karena menurut penjelasan Muhammad Al Fuli, bahwa keruntuhan kerajaan Saudi diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2029. Bertepatan dengan tahun ketiga masa kekeringan dan tandus yang merupakan tanda akan munculnya Dajjal Al Masih yang merupakan fitnah kejahatan terbesar. Kemunculan Dajjal disertai kemarahan akibat rencana konspirasinya gagal total. Hal ini terkait dengan bertugasnya Imam Mahdi menata kembali umat manusia kepada fitrah yang haqq, yang otomatis berseberangan dengan rencana Dajjal. Bukankah Dajjal berkonspirasi untuk menjauhkan iman umat manusia kepada ALLAH?

Di saat iman umat manusia menjauh dari ALLAH, maka Dia akan hadir dengan bencana alam yang akan menarik kembali iman kepada-Nya. Iman yang sejati, yaitu iman kepada ALLAH, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Qodho & Qodar-Nya serta yaqin akan Akhirat-Nya. Bukankah umat sekarang telah tergeser imannya? Mereka beriman kepada harta, ilmu dan kekuasaan. Mereka mengejar harta dunia, karena mereka meyakini bahwa harta dunia akan menjauhkan mereka dari masalah. Mereka menjadikan ilmu untuk menyelesaikan segala permasalahan. Mereka juga berebut kekuasaan demi kepentingan diri dan kelompoknya. Tatanan sistem saat ini telah menjerat manusia untuk menjauhi keimanan yang haqq. Tak ada manusia yang mampu melepaskan diri dari jeratan tatanan sistem setan ini, kecuali dengan rahmat berupa pertolongan ALLAH SWT.

Kalau kita mengamati tujuan Iblis beserta bala pasukan setannya, baik dari golongan jin maupun manusia. Mereka menargetkan kesesatan bagi Bani Adam bahkan hingga dimurkai ALLAH SWT. Saat ini, tujuan tersebut hampir tercapai, namun dengan rahmat berupa pertolongan ALLAH SWT hal tersebut akan digagalkan. ALLAH SWT akan memurnikan keimanan sebagian umat dan meneguhkan dengan Ruh-Nya. Mereka akan dibangkitkan dalam kesulitan hidup yang luar biasa. Bukankah saat ini umat Islam sedang dihimpit oleh Israel dan Amerika? Umat Islam dipaksa tunduk dan menyerah kepada mereka selain dengan tatanan sistem yang menjerat, hingga penggunaan alat-alat perang. Bukankah mereka menyerang Iran di bulan Haram?

Dalam himpitan yang mencekik ini, maka rahmat ALLAH akan menguatkan iman umat Islam. Dengan kekuatan iman, maka umat Islam harus bangkit untuk mengalahkan kezaliman dan menegakkan yang haqq. Wahai umat Islam, teguhkan imanmu kepada ALLAH dan Rasul-Nya! Sudah waktunya kewajiban berperang kita jalankan sesuai skala kemampuan kita masing-masing. Dan di saat pemimpin yang diberi petunjuk (Imam Mahdi (a.s.)) telah hadir, maka saatnya berbaiat kepada beliau. Dengan kepemimpinannya, maka semua kezaliman akan dirobohkan. QS Al Anfal 8 ayat 39: Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk ALLAH. Jika mereka berhenti, maka sesungguhnya ALLAH Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

QS Ali Imron 3 ayat 195: Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya, “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi ALLAH. Dan ALLAH pada sisi-Nya pahala yang baik.”

Marilah kita berjuang melaksanakan perintah ini tanpa keraguan.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 5 Syawal 1447 / 24 Maret 2026

Referensi :

1.      IQuran

Jumat, 20 Februari 2026

Sikap mengikuti fitrah dirinya akan membawa kepada maqom terbaiknya

 

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.

Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta keluarganya, keturunannya dan umatnya.

ALLAH & Rasul-Nya yang lebih mengetahui.

Setiap orang diciptakan unik dan memiliki fitrah masing-masing. Perbedaan fitrah ini tidak untuk dipertentangkan atau dibuat menjadi komunal (penyeragaman). Melalui agama fitrah, yaitu Islam, ALLAH SWT mendidik setiap orang secara unik sesuai dengan fitrahnya. Namun ada yang tidak mau mengikuti fitrahnya, malahan mengikuti hawa nafsunya atau bahkan keakuannya.

Berikut contoh hasil Pendidikan Ilahi kepada hamba-hamba-Nya, semoga menjadi pendorong umat untuk menyempurnakan fitrah dirinya:

Pada hari Kiamat kelak, suatu seruan akan terdengar, “Hadapkanlah kepada-Ku Fir’aun!” Maka Fir’aun pun dibawa menghadap, kepalanya memakai peci dari api neraka, mengenakan baju ter yang panas, sambil menunggang seekor babi. Kemudian diserukan pula, “Mana orang-orang yang pongah lagi sombong?” maka mereka pun dihadapkan pula. Kemudian semuanya diberangkatkan ke neraka dengan dipimpin oleh Fir’aun.

Selanjutnya diserukan, “Mana Qobil?” Maka Qobil pun dibawa menghadap. Kemudian diserukan lagi, “Mana para pendengki, biar Aku gabungkan mereka dengannya, karena dia adalah pemimpin mereka ke neraka?”

Selanjutnya diserukan, “Mana Ka’ab bin Asyrof, pemuka ulama Yahudi?” Sebagaimana diberitakan dalam suatu kabar, “Sekiranya dia beriman, niscaya semua orang Yahudi ikut beriman pula.” Maka Ka’ab bin Asyrof pun dihadapkan pula. Kemudian diserukan, “Mana orang-orang yang menyembunyikan kebenaran dan ilmu?” Maka para malaikat menggiring mereka bersamanya ke neraka, karena Ka’ab lah pemimpin mereka.”

Kemudian diserukan kembali, “Mana Abu Jahal?” Maka dihadapkanlah dia. Setelah itu diserukan pula, “Mana orang-orang yang mendustakan ALLAH dan Rasul-Nya? Maka Abu Jahal menjadi pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan pula, “Mana Walid bin Mughiroh?” Dia pun lalu dihadapkan. Kemudian diserukan kembali, “Manakah orang-orang yang suka memperolok-olokkan orang-orang muslim yang miskin?” Dia lah adalah pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan, “Mana Ajda, kaum Luth yang mencontohkan perbuatan liwath?” Ajda pun dibawa menghadap. Kemudian diserukan kembali, “Mana orang-orang yang suka meliwath?” Mereka pun dihadapkan dan Ajda menjadi pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan, “Mana Umru Al Qois?” Dia pun didatangkan. Kemudian para penyair lainnya yang telah berdusta juga dikumpulkan. Dan Umru Al Qois menjadi pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan, “Mana Musailamah Al Kadzdzab?” Setelah Musailamah dihadapkan, maka diserukan pula, “Mana mereka yang telah mendustakan Al Kitab? Musailamah lah pemimpin mereka ke neraka.”

Dan akhirnya diserukan, “Mana Iblis yang terkutuk itu?” Maka Iblis pun dibawa menghadap.

Kemudian Iblis berkata, “Wahai Hakim Yang Maha Adil, serahkanlah kepadaku bala tentaraku, tukang-tukang adzanku, ahli-ahli qiro’atku, para penulis mushafku, menteri-menteriku, para ahli fiqihku, juru-juru kunci gudangku, para saudagarku, pemain-pemain tamburku dan pengawal-pengawalku?”

Iblis ditanya, “Hai makhluk terkutuk dan terusir, siapakah bala tentaramu?”

Iblis menjawab, “Bala tentaraku ialah orang-orang yang bersikap tamak, tukang-tukang adzanku ialah para pemain musik, ahli-ahli qiro’atku ialah para penyanyi, penulis-penulis mushafku ialah tukang tato dan yang minta ditato, ahli-ahli fiqihku ialah orang-orang yang suka memperolok-olokkan orang lain yang sedang ditimpa musibah sedangkan dia makan yang enak-enak, juru-juru kunci gudangku ialah mereka yang datang ke meja minuman keras dan menolak membayar zakat, saudagar-saudagarku ialah orang-orang yang menjual alat musik, pemain-pemain tamburku ialah mereka yang suka memukul gendang dan rebana dan pengawal-pengawalku ialah yang menanam anggur untuk dijadikan minuman keras.”

Kemudian keluarlah seekor ular yang panjang lehernya sejauh perjalanan tujuh puluh tahun untuk mengumpulkan mereka, lalu menggiring mereka ke neraka.

Setelah itu, diserulah seluruh makhluk untuk dihisab. ALLAH Ta’ala berfirman, “Hai Jibril, orang yang pertama-tama memasuki surga-Ku adalah Muhammad!” Lantas dipasangkanlah ke atas kepala beliau sebuah mahkota yang terbuat dari cahaya. Beliau mengenakan sutera hijau, sedang di hadapan beliau ada tujuh puluh ribu panji dibawa orang. Dan beliau sendiri memegang Liwaul Hamdi. Kemudian diserukan, “Manakah orang-orang yang dahulu lebih memilih hidup faqir dan berbuat kebajikan kepada orang-orang miskin, sedang mereka menempuh jalan Muhammad dan mengikuti sunnahnya? Berangkatlah kamu sekalian bersama Nabimu ke surga!”

Setelah itu, didatangkan Nabi Adam (a.s.) sedang di atas kepalanya ada mahkota dari cahaya dan di hadapannya ada delapan ribu panji. Lantas ditanyakan, “Mana orang-orang yang berhaji dan berumroh?” Nabi Adam (a.s.) ialah pemimpin mereka menuju surga.

Kemudian didatangkan pula Nabi Ibrahim (a.s.) sedang di hadapan beliau ada dua puluh ribu panji. Lantas diserukan, “Mana orang-orang yang suka kepada tamu dan suka berbuat baik kepada orang asing?” Ibrahim lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya didatangkan Nabi Yusuf (a.s.) sedang di hadapannya ada sepuluh ribu panji. Kemudian diserukan, “Mana orang-orang yang tidak menuruti keinginan hawa nafsunya ketika mampu melampiaskannya?” Nabi Yusuf lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya didatangkan Nabi Ya’qub (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang suka berbuat kebajikan kepada tetangga-tetangga mereka?” Nabi Ya’qub lah pemimpin mereka ke surga.

Kemudian dihadapkan Nabi Musa (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang berani mengatakan yang haqq demi keridhoan ALLAH Ta’ala semata?” Nabi Musa lah pemimpin mereka ke surga.

Berikutnya Nabi Harun (a.s.) dibawa menghadap, lalu diserukan, “Mana orang-orang yang berlaku adil ketika menjadi pemimpin?” Nabi Harun lah pemimpin mereka ke surga.

Sesudah itu, didatangkan pula Nabi Ayyub (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang bersabar di kala menghadapi penyakit dan bencana?” Nabi Ayyub lah pemimpin mereka ke surga.

Kemudian didatangkan pula Abu Bakar Ash Shiddiq (r.a.) sedang di atas kepalanya terpasang mahkota dari cahaya, dengan berpakaian sutera halus dan sutera tebal. Lantas diserukan, “Mana orang-orang yang shiddiq?” Abu Bakar lah pemimpin mereka ke surga.

Setelah itu, Umar bin Khoththob (r.a.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang suka menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemunkaran?” Umar lah pemimpin mereka ke surga.

Berikutnya, Utsman bin Affan (r.a.) dibawa menghadap, lalu diserukan, “Mana orang-orang yang tidak melakukan perbuatan maksiat karena malu kepada ALLAH?” Utsman lah pemimpin mereka ke surga.

Kemudian didatangkan pula Ali bin Abi Tholib (k.w.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang berperang di jalan ALLAH?” Ali lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya dihadapkan pula Hasan dan Husein (r.a.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang teraniaya dan terbunuh dalam mentaati ALLAH?” mereka berdua lah sebagai pemimpin mereka ke surga.

Setelah itu, dihadapkan sahabat Mu’adz bin Jabal (r.a.) lalu diserukan, “Mana para fuqoha?” Mu’adz lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya dihadapkan pula sahabat Bilal Al-Habsyi (r.a.) lalu diserukan, “Mana para tukang adzan?” Bilal lah pemimpin mereka ke surga.

QS Ar Ruum 30 ayat 30: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALLAH; fitrah ALLAH yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah ALLAH. agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Marilah kita berjuang dan berdoa dengan mengharapkan rahmat ALLAH, agar bisa mengamalkan agama fitrah ini.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 19 Sya’ban 1447 / 7 Februari 2026

Referensi :

1.     Idrus Alkaf, Terjemah Durratun Nasihin karya Al Allama H Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawi, CV Karya Utama, Surabaya

2.     IQuran

Senin, 17 November 2025

Nasehat #6 Nabi (s.a.w.) - Jangan abaikan jiwamu

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.

Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta keluarganya, keturunannya dan umatnya.

Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad (s.a.w.) dan memberi nasehat. Mungkin banyak yang meragukan kebenaran akan hal ini. Namun kandungan nasehat yang disampaikan mengindikasikan kesempurnaannya. Nasehat keenam beliau (s.a.w.) adalah sebagai berikut:

Jangan abaikan jiwamu sendiri dalam mengejar tujuan duniawi, meskipun tujuan itu tampak islami!

Jangan lupa untuk berdoa dengan kehadiran, membaca Qur`an dengan tafakur, mengingat kematian, mempersiapkan pertemuanmu dengan ALLAH!

Jangan kepemimpinan membuatmu sombong!

Jangan kekuasaan merusak hatimu!

Saat ini hampir semua orang sibuk mengejar ilmu, harta, kekuasaan, kebesaran diri dan melupakan fitrah keberadaan kita di alam dunia, yaitu mengabdi kepada ALLAH SWT.

Kewajiban setiap orang adalah berjuang untuk mengabdi kepada ALLAH. Perihal hasilnya, tentunya terserah kepada ALLAH sebagai Sang Penentu. Salah satu bentuk pengabdian adalah dengan mewujudkan cita-cita. Dengan sudut pandang Rukun Iman, bisa jadi cita-cita adalah Kitab yang diturunkan kepada kita sebagai Rasul-Nya (hamba-Nya sebagai pelaksana akan terwujudnya cita-cita). Cita-cita turun dari pikiran yang merupakan cahaya yang menerangi (Malaikat), karena menjelaskan apa wujud cita-cita dan bagaimana cara mewujudkannya. Bilamana demikian, maka cita-cita berasal dari ALLAH Yang Maha Kuasa untuk dilaksanakan kepada hamba-Nya yang diutus. Hasilnya seperti apa, terserah kepada Sang Penentu Takdir. Proses perwujudan ini tentunya dalam rentang waktu yang juga telah ditetapkan-Nya. Kalau siklus ini difahami, insya ALLAH jiwa / hati kita tidak rusak dan seluruh aktifitas adalah ibadah kepada ALLAH.

Marilah kita berjuang dengan berdoa kepada ALLAH, agar dibantu mewujudkan cita-cita / amanah yang diemban.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 22 Rabiul Akhir 1447 / 15 Oktober 2025

Referensi :

1.     Youtube: Traore Files

IQuran 

Minggu, 09 November 2025

Nasehat #5 Nabi (s.a.w.) - Jangan gunakan Islam sebagai senjata untuk melawan yang tidak seiman

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.

Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta keluarganya, keturunannya dan umatnya.

Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad (s.a.w.) dan memberi nasehat. Mungkin banyak yang meragukan kebenaran akan hal ini. Namun kandungan nasehat yang disampaikan mengindikasikan kesempurnaannya. Nasehat kelima beliau (s.a.w.) adalah sebagai berikut:

Jangan jadikan Islam sebagai senjata untuk melawan mereka yang tidak seiman dengan kalian!

Jangan lupa, aku melindungi orang-orang Kristen, Yahudi dan aku memerintahkan pengikut-pengikutku untuk bersikap adil dan tidak memerangi karena agama kalian!

Tidak dipungkiri bahwa setan-setan telah membuat kita membenci bahkan melaknat umat yang tidak seiman dengan kita.

Namun, bukankah Nabi (s.a.w.) melalui Piagam Madinah, beliau melindungi umat agama lain? Bukankah Nabi (s.a.w.) melindungi biara St Catherine? Bukankah Nabi (s.a.w.) berdiri saat jenazah orang Yahudi lewat? Pun kalau sudah keterlaluan gangguan mereka, umat Nabi Muhammad (s.a.w.) diperintahkan tetap menegakkan keadilan dan bersikap defensif? QS Al Mumtahanah 8 ayat 8: ALLAH tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya ALLAH mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Marilah kita berbuat kebajikan dan berlaku adil.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 22 Rabiul Akhir 1447 / 15 Oktober 2025

Referensi :

1.     Youtube: Traore Files

IQuran 

Rabu, 29 Oktober 2025

Nasehat #4 Nabi (s.a.w.) - Jangan mabuk kekuasaan

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.

Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta keluarganya, keturunannya dan umatnya.

Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad (s.a.w.) dan memberi nasehat. Mungkin banyak yang meragukan kebenaran akan hal ini. Namun kandungan nasehat yang disampaikan mengindikasikan kesempurnaannya. Nasehat keempat beliau (s.a.w.) adalah sebagai berikut:

Jangan mabuk kekuasaan!

Jangan mengelilingi dirimu denga napa yang ingin kamu dengar!

Jangan jadikan Islam sebagai tameng terhadap kritik yang sahih!

Jangan mencampur-adukkan agenda politikmu dengan kehendak ALLAH!

Saat ini kita sedang berada di puncak kekuasaan, hal-hal tersebut akan menjadi kesenangan yang melenakan.

Namun, bukankah ALLAH SWT menegur Nabi (s.a.w.) ketika mengabaikan Ibnu Maktum yang buta, karena sedang membujuk para petinggi Mekah? Bukankah Nabi (s.a.w.) melaksanakan nasehat Umar (r.a.) untuk melaksanakan penerapan larangan khamr secara bertahap? Bukankah Nabi (s.a.w.) bersedia menerima saran Abu Bakar (r.a.) perihal tebusan tawanan Badar setelah ditegur ALLAH? QS Al Anfal 8 ayat 67 – 68: Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah, sedangkan ALLAH menghendaki akhirat. Dan ALLAH Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Marilah kita memberi maaf, memohonkan ampunan dan bermusyawarah dengan orang-orang yang banyak membuat masalah dan marilah bertawakkal kepada ALLAH.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 20 Rabiul Akhir 1447 / 13 Oktober 2025

Referensi :

1.     Youtube: Traore Files

2.     IQuran 

Rabu, 22 Oktober 2025

Nasehat #3 Nabi (s.a.w.) - Jangan gunakan Islam sebegai pembenaran atas kekejaman

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.

Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta keluarganya, keturunannya dan umatnya.

Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad (s.a.w.) dan memberi nasehat. Mungkin banyak yang meragukan kebenaran akan hal ini. Namun kandungan nasehat yang disampaikan mengindikasikan kesempurnaannya. Nasehat ketiga beliau (s.a.w.) adalah sebagai berikut:

Jangan gunakan Islam sebagai pembenaran atas kekejaman!

Jangan bersikap keras dan kasar atas nama penerapan Syariah!

Jangan lupa aku diutus sebagai rahmat bagi alam semesta bukan sebagai ‘adzab!

Saat ini kita sedang menyaksikan sikap keras dan kasar yang ditetapkan umat Islam di berbagai belahan dunia. Bahkan dalam penerapan hukum Syariah dilakukan di muka umum dengan alasan untuk memberikan efek jera.

Bukankah ALLAH SWT itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan?

Bukankah aku tidak mau diminta untuk mengutuk kaum Thaif, dengan harapan agar mereka atau keturunan mereka mendapatkan hidayah ALLAH?

Bukankah aku mencegah para sahabat menghukum orang Badui yang kencing dalam Masjid?

Bukankah aku mengampuni penduduk Mekah ketika mereka dikalahkan?

Bukankah syarat-syarat akan penerapan hukum Syariah dibuat semakin sulit, dengan proporsional, dengan kebijaksanaan dan standard yang tinggi dengan harapan mereka mau bertobat?

QS Ali Imran 3 ayat 159: Maka disebabkan rahmat ALLAH lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal lah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Marilah kita memberi maaf, memohonkan ampunan dan bermusyawarah dengan orang-orang yang banyak membuat masalah dan marilah bertawakkal kepada ALLAH.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 18 Rabiul Akhir 1447 / 11 Oktober 2025

Referensi :

  1. Youtube: Traore Files
  2. IQuran 

Rabu, 15 Oktober 2025

Nasehat #2 Nabi (s.a.w.) - Jangan gunakan Islam untuk menindas wanita

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.

Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta keluarganya, keturunannya dan umatnya.

Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad (s.a.w.) dan memberi nasehat. Mungkin banyak yang meragukan kebenaran akan hal ini. Namun kandungan nasehat yang disampaikan mengindikasikan kesempurnaannya. Nasehat kedua beliau (s.a.w.) adalah sebagai berikut:

Jangan gunakan Islam untuk menindas kaum wanita!

Jangan gunakan ajaranku untuk menolak hak-hak para wanita perihal pendidikan mereka, suara mereka dalam masyarakat!

Jangan samakan budaya dengan agama, tradisi dengan wahyu!

Dengan alasan menegakkan syariah Islam, perlindungan, martabat, maka hak-hak wanita dipasung.

Bukankah Khadijah (r.a.) istri pertama Nabi (s.a.w.) adalah seorang pengusaha yang mempekerjakan beliau? Bukankah Aisyah (r.a.) adalah seorang ulama besar dan banyak meriwayatkan hadits dari beliau? Bukankah banyak sahabat wanita yang berbaiat kepada beliau? Bukankah istri itu belahan jiwa suaminya? Bukankah surga ada di bawah telapak kaki ibumu? Bukankah melakukan kegiatan ibadah harus berdasarkan dengan kesadaran qolbu dan bukan kebiasaan, seperti budaya atau tradisi? QS Al Baqarah 2 ayat 225: ALLAH tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi ALLAH menghukum kamu disebabkan yang disengaja oleh qolbumu. Dan ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Di hadirat ALLAH SWT, kita akan ditanya perihal sikap dan laku kita terhadap yang paling lemah, yaitu orang-orang faqir, wanita, anak-anak, orang yang sudah uzur? Lupakah kita kepada QS Al Baqarah 2 ayat 177: Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada ALLAH, Hari Kemudian, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang-orang yang meminta-minta dan hamba sahaya, mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.

Marilah kita memohon maaf, memohon ampunan dan bertaubat kepada ALLAH.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 17 Rabiul Akhir 1447 / 10 Oktober 2025

Referensi :

1.     Youtube: Traore Files

2.     IQuran

Bumi 2029 kering dan tandus

Hamba berlindung kepada ALLAH dari setan yang terlaknat. Dengan asma ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi ALLA...