Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala
puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.
Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah
mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta
keluarganya, keturunannya dan umatnya.
ALLAH &
Rasul-Nya yang lebih mengetahui.
Setiap orang
diciptakan unik dan memiliki fitrah masing-masing. Perbedaan fitrah ini tidak
untuk dipertentangkan atau dibuat menjadi komunal (penyeragaman). Melalui agama
fitrah, yaitu Islam, ALLAH SWT mendidik setiap orang secara unik sesuai dengan
fitrahnya. Namun ada yang tidak mau mengikuti fitrahnya, malahan mengikuti hawa
nafsunya atau bahkan keakuannya.
Berikut
contoh hasil Pendidikan Ilahi kepada hamba-hamba-Nya, semoga menjadi pendorong
umat untuk menyempurnakan fitrah dirinya:
Pada
hari Kiamat kelak, suatu seruan akan terdengar, “Hadapkanlah kepada-Ku
Fir’aun!” Maka Fir’aun pun dibawa menghadap, kepalanya memakai peci dari api
neraka, mengenakan baju ter yang panas, sambil menunggang seekor babi. Kemudian
diserukan pula, “Mana orang-orang yang pongah lagi sombong?” maka mereka pun
dihadapkan pula. Kemudian semuanya diberangkatkan ke neraka dengan dipimpin
oleh Fir’aun.
Selanjutnya
diserukan, “Mana Qobil?” Maka Qobil pun dibawa menghadap. Kemudian diserukan
lagi, “Mana para pendengki, biar Aku gabungkan mereka dengannya, karena dia
adalah pemimpin mereka ke neraka?”
Selanjutnya
diserukan, “Mana Ka’ab bin Asyrof, pemuka ulama Yahudi?” Sebagaimana
diberitakan dalam suatu kabar, “Sekiranya dia beriman, niscaya semua orang
Yahudi ikut beriman pula.” Maka Ka’ab bin Asyrof pun dihadapkan pula. Kemudian
diserukan, “Mana orang-orang yang menyembunyikan kebenaran dan ilmu?” Maka para
malaikat menggiring mereka bersamanya ke neraka, karena Ka’ab lah pemimpin
mereka.”
Kemudian
diserukan kembali, “Mana Abu Jahal?” Maka dihadapkanlah dia. Setelah itu
diserukan pula, “Mana orang-orang yang mendustakan ALLAH dan Rasul-Nya? Maka
Abu Jahal menjadi pemimpin mereka ke neraka.”
Selanjutnya
diserukan pula, “Mana Walid bin Mughiroh?” Dia pun lalu dihadapkan. Kemudian
diserukan kembali, “Manakah orang-orang yang suka memperolok-olokkan
orang-orang muslim yang miskin?” Dia lah adalah pemimpin mereka ke neraka.”
Selanjutnya
diserukan, “Mana Ajda, kaum Luth yang mencontohkan perbuatan liwath?” Ajda pun
dibawa menghadap. Kemudian diserukan kembali, “Mana orang-orang yang suka
meliwath?” Mereka pun dihadapkan dan Ajda menjadi pemimpin mereka ke neraka.”
Selanjutnya
diserukan, “Mana Umru Al Qois?” Dia pun didatangkan. Kemudian para penyair
lainnya yang telah berdusta juga dikumpulkan. Dan Umru Al Qois menjadi pemimpin
mereka ke neraka.”
Selanjutnya
diserukan, “Mana Musailamah Al Kadzdzab?” Setelah Musailamah dihadapkan, maka
diserukan pula, “Mana mereka yang telah mendustakan Al Kitab? Musailamah lah pemimpin
mereka ke neraka.”
Dan akhirnya diserukan, “Mana Iblis yang terkutuk itu?” Maka
Iblis pun dibawa menghadap.
Kemudian Iblis berkata, “Wahai Hakim Yang Maha Adil,
serahkanlah kepadaku bala tentaraku, tukang-tukang adzanku, ahli-ahli qiro’atku,
para penulis mushafku, menteri-menteriku, para ahli fiqihku, juru-juru kunci
gudangku, para saudagarku, pemain-pemain tamburku dan pengawal-pengawalku?”
Iblis ditanya, “Hai makhluk terkutuk dan terusir, siapakah bala
tentaramu?”
Iblis menjawab, “Bala tentaraku ialah orang-orang yang bersikap
tamak, tukang-tukang adzanku ialah para pemain musik, ahli-ahli qiro’atku ialah
para penyanyi, penulis-penulis mushafku ialah tukang tato dan yang minta
ditato, ahli-ahli fiqihku ialah orang-orang yang suka memperolok-olokkan orang
lain yang sedang ditimpa musibah sedangkan dia makan yang enak-enak, juru-juru
kunci gudangku ialah mereka yang datang ke meja minuman keras dan menolak
membayar zakat, saudagar-saudagarku ialah orang-orang yang menjual alat musik,
pemain-pemain tamburku ialah mereka yang suka memukul gendang dan rebana dan
pengawal-pengawalku ialah yang menanam anggur untuk dijadikan minuman keras.”
Kemudian
keluarlah seekor ular yang panjang lehernya sejauh perjalanan tujuh puluh tahun
untuk mengumpulkan mereka, lalu menggiring mereka ke neraka.
Setelah
itu, diserulah seluruh makhluk untuk dihisab. ALLAH Ta’ala berfirman, “Hai
Jibril, orang yang pertama-tama memasuki surga-Ku adalah Muhammad!” Lantas
dipasangkanlah ke atas kepala beliau sebuah mahkota yang terbuat dari cahaya.
Beliau mengenakan sutera hijau, sedang di hadapan beliau ada tujuh puluh ribu
panji dibawa orang. Dan beliau sendiri memegang Liwaul Hamdi. Kemudian
diserukan, “Manakah orang-orang yang dahulu lebih memilih hidup faqir dan
berbuat kebajikan kepada orang-orang miskin, sedang mereka menempuh jalan
Muhammad dan mengikuti sunnahnya? Berangkatlah kamu sekalian bersama Nabimu ke
surga!”
Setelah
itu, didatangkan Nabi Adam (a.s.) sedang di atas kepalanya ada mahkota dari
cahaya dan di hadapannya ada delapan ribu panji. Lantas ditanyakan, “Mana
orang-orang yang berhaji dan berumroh?” Nabi Adam (a.s.) ialah pemimpin mereka
menuju surga.
Kemudian
didatangkan pula Nabi Ibrahim (a.s.) sedang di hadapan beliau ada dua puluh
ribu panji. Lantas diserukan, “Mana orang-orang yang suka kepada tamu dan suka
berbuat baik kepada orang asing?” Ibrahim lah pemimpin mereka ke surga.
Selanjutnya
didatangkan Nabi Yusuf (a.s.) sedang di hadapannya ada sepuluh ribu panji.
Kemudian diserukan, “Mana orang-orang yang tidak menuruti keinginan hawa
nafsunya ketika mampu melampiaskannya?” Nabi Yusuf lah pemimpin mereka ke surga.
Selanjutnya
didatangkan Nabi Ya’qub (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang suka
berbuat kebajikan kepada tetangga-tetangga mereka?” Nabi Ya’qub lah pemimpin
mereka ke surga.
Kemudian
dihadapkan Nabi Musa (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang berani
mengatakan yang haqq demi keridhoan ALLAH Ta’ala semata?” Nabi Musa lah
pemimpin mereka ke surga.
Berikutnya
Nabi Harun (a.s.) dibawa menghadap, lalu diserukan, “Mana orang-orang yang
berlaku adil ketika menjadi pemimpin?” Nabi Harun lah pemimpin mereka ke surga.
Sesudah
itu, didatangkan pula Nabi Ayyub (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang
bersabar di kala menghadapi penyakit dan bencana?” Nabi Ayyub lah pemimpin
mereka ke surga.
Kemudian
didatangkan pula Abu Bakar Ash Shiddiq (r.a.) sedang di atas kepalanya
terpasang mahkota dari cahaya, dengan berpakaian sutera halus dan sutera tebal.
Lantas diserukan, “Mana orang-orang yang shiddiq?” Abu Bakar lah pemimpin
mereka ke surga.
Setelah
itu, Umar bin Khoththob (r.a.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang suka
menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemunkaran?” Umar lah pemimpin mereka ke
surga.
Berikutnya,
Utsman bin Affan (r.a.) dibawa menghadap, lalu diserukan, “Mana orang-orang
yang tidak melakukan perbuatan maksiat karena malu kepada ALLAH?” Utsman lah
pemimpin mereka ke surga.
Kemudian
didatangkan pula Ali bin Abi Tholib (k.w.) lalu diserukan, “Mana orang-orang
yang berperang di jalan ALLAH?” Ali lah pemimpin mereka ke surga.
Selanjutnya
dihadapkan pula Hasan dan Husein (r.a.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang
teraniaya dan terbunuh dalam mentaati ALLAH?” mereka berdua lah sebagai
pemimpin mereka ke surga.
Setelah
itu, dihadapkan sahabat Mu’adz bin Jabal (r.a.) lalu diserukan, “Mana para
fuqoha?” Mu’adz lah pemimpin mereka ke surga.
Selanjutnya
dihadapkan pula sahabat Bilal Al-Habsyi (r.a.) lalu diserukan, “Mana para
tukang adzan?” Bilal lah pemimpin mereka ke surga.
QS Ar Ruum 30
ayat 30: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALLAH; fitrah
ALLAH yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan
pada fitrah ALLAH. agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui.
Marilah kita berjuang
dan berdoa dengan mengharapkan rahmat ALLAH, agar bisa mengamalkan agama fitrah
ini.
--------------------------------------------------------------------------------
Papahan, 19 Sya’ban 1447 / 7 Februari 2026
Referensi :
1. Idrus Alkaf, Terjemah Durratun Nasihin karya Al Allama H Utsman
bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawi, CV Karya Utama, Surabaya
2. IQuran