Jumat, 20 Februari 2026

Sikap mengikuti fitrah dirinya akan membawa kepada maqom terbaiknya

 

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat yang suci, yang selalu memberi petunjuk dalam kebaikan.

Salam dan sholawat bagi Nabi Muhammad (s.a.w.) hamba-Nya yang telah mencerahkan (Nurun) umat manusia dengan kasih sayang, beserta keluarganya, keturunannya dan umatnya.

ALLAH & Rasul-Nya yang lebih mengetahui.

Setiap orang diciptakan unik dan memiliki fitrah masing-masing. Perbedaan fitrah ini tidak untuk dipertentangkan atau dibuat menjadi komunal (penyeragaman). Melalui agama fitrah, yaitu Islam, ALLAH SWT mendidik setiap orang secara unik sesuai dengan fitrahnya. Namun ada yang tidak mau mengikuti fitrahnya, malahan mengikuti hawa nafsunya atau bahkan keakuannya.

Berikut contoh hasil Pendidikan Ilahi kepada hamba-hamba-Nya, semoga menjadi pendorong umat untuk menyempurnakan fitrah dirinya:

Pada hari Kiamat kelak, suatu seruan akan terdengar, “Hadapkanlah kepada-Ku Fir’aun!” Maka Fir’aun pun dibawa menghadap, kepalanya memakai peci dari api neraka, mengenakan baju ter yang panas, sambil menunggang seekor babi. Kemudian diserukan pula, “Mana orang-orang yang pongah lagi sombong?” maka mereka pun dihadapkan pula. Kemudian semuanya diberangkatkan ke neraka dengan dipimpin oleh Fir’aun.

Selanjutnya diserukan, “Mana Qobil?” Maka Qobil pun dibawa menghadap. Kemudian diserukan lagi, “Mana para pendengki, biar Aku gabungkan mereka dengannya, karena dia adalah pemimpin mereka ke neraka?”

Selanjutnya diserukan, “Mana Ka’ab bin Asyrof, pemuka ulama Yahudi?” Sebagaimana diberitakan dalam suatu kabar, “Sekiranya dia beriman, niscaya semua orang Yahudi ikut beriman pula.” Maka Ka’ab bin Asyrof pun dihadapkan pula. Kemudian diserukan, “Mana orang-orang yang menyembunyikan kebenaran dan ilmu?” Maka para malaikat menggiring mereka bersamanya ke neraka, karena Ka’ab lah pemimpin mereka.”

Kemudian diserukan kembali, “Mana Abu Jahal?” Maka dihadapkanlah dia. Setelah itu diserukan pula, “Mana orang-orang yang mendustakan ALLAH dan Rasul-Nya? Maka Abu Jahal menjadi pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan pula, “Mana Walid bin Mughiroh?” Dia pun lalu dihadapkan. Kemudian diserukan kembali, “Manakah orang-orang yang suka memperolok-olokkan orang-orang muslim yang miskin?” Dia lah adalah pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan, “Mana Ajda, kaum Luth yang mencontohkan perbuatan liwath?” Ajda pun dibawa menghadap. Kemudian diserukan kembali, “Mana orang-orang yang suka meliwath?” Mereka pun dihadapkan dan Ajda menjadi pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan, “Mana Umru Al Qois?” Dia pun didatangkan. Kemudian para penyair lainnya yang telah berdusta juga dikumpulkan. Dan Umru Al Qois menjadi pemimpin mereka ke neraka.”

Selanjutnya diserukan, “Mana Musailamah Al Kadzdzab?” Setelah Musailamah dihadapkan, maka diserukan pula, “Mana mereka yang telah mendustakan Al Kitab? Musailamah lah pemimpin mereka ke neraka.”

Dan akhirnya diserukan, “Mana Iblis yang terkutuk itu?” Maka Iblis pun dibawa menghadap.

Kemudian Iblis berkata, “Wahai Hakim Yang Maha Adil, serahkanlah kepadaku bala tentaraku, tukang-tukang adzanku, ahli-ahli qiro’atku, para penulis mushafku, menteri-menteriku, para ahli fiqihku, juru-juru kunci gudangku, para saudagarku, pemain-pemain tamburku dan pengawal-pengawalku?”

Iblis ditanya, “Hai makhluk terkutuk dan terusir, siapakah bala tentaramu?”

Iblis menjawab, “Bala tentaraku ialah orang-orang yang bersikap tamak, tukang-tukang adzanku ialah para pemain musik, ahli-ahli qiro’atku ialah para penyanyi, penulis-penulis mushafku ialah tukang tato dan yang minta ditato, ahli-ahli fiqihku ialah orang-orang yang suka memperolok-olokkan orang lain yang sedang ditimpa musibah sedangkan dia makan yang enak-enak, juru-juru kunci gudangku ialah mereka yang datang ke meja minuman keras dan menolak membayar zakat, saudagar-saudagarku ialah orang-orang yang menjual alat musik, pemain-pemain tamburku ialah mereka yang suka memukul gendang dan rebana dan pengawal-pengawalku ialah yang menanam anggur untuk dijadikan minuman keras.”

Kemudian keluarlah seekor ular yang panjang lehernya sejauh perjalanan tujuh puluh tahun untuk mengumpulkan mereka, lalu menggiring mereka ke neraka.

Setelah itu, diserulah seluruh makhluk untuk dihisab. ALLAH Ta’ala berfirman, “Hai Jibril, orang yang pertama-tama memasuki surga-Ku adalah Muhammad!” Lantas dipasangkanlah ke atas kepala beliau sebuah mahkota yang terbuat dari cahaya. Beliau mengenakan sutera hijau, sedang di hadapan beliau ada tujuh puluh ribu panji dibawa orang. Dan beliau sendiri memegang Liwaul Hamdi. Kemudian diserukan, “Manakah orang-orang yang dahulu lebih memilih hidup faqir dan berbuat kebajikan kepada orang-orang miskin, sedang mereka menempuh jalan Muhammad dan mengikuti sunnahnya? Berangkatlah kamu sekalian bersama Nabimu ke surga!”

Setelah itu, didatangkan Nabi Adam (a.s.) sedang di atas kepalanya ada mahkota dari cahaya dan di hadapannya ada delapan ribu panji. Lantas ditanyakan, “Mana orang-orang yang berhaji dan berumroh?” Nabi Adam (a.s.) ialah pemimpin mereka menuju surga.

Kemudian didatangkan pula Nabi Ibrahim (a.s.) sedang di hadapan beliau ada dua puluh ribu panji. Lantas diserukan, “Mana orang-orang yang suka kepada tamu dan suka berbuat baik kepada orang asing?” Ibrahim lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya didatangkan Nabi Yusuf (a.s.) sedang di hadapannya ada sepuluh ribu panji. Kemudian diserukan, “Mana orang-orang yang tidak menuruti keinginan hawa nafsunya ketika mampu melampiaskannya?” Nabi Yusuf lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya didatangkan Nabi Ya’qub (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang suka berbuat kebajikan kepada tetangga-tetangga mereka?” Nabi Ya’qub lah pemimpin mereka ke surga.

Kemudian dihadapkan Nabi Musa (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang berani mengatakan yang haqq demi keridhoan ALLAH Ta’ala semata?” Nabi Musa lah pemimpin mereka ke surga.

Berikutnya Nabi Harun (a.s.) dibawa menghadap, lalu diserukan, “Mana orang-orang yang berlaku adil ketika menjadi pemimpin?” Nabi Harun lah pemimpin mereka ke surga.

Sesudah itu, didatangkan pula Nabi Ayyub (a.s.), lalu diserukan, “Mana orang-orang yang bersabar di kala menghadapi penyakit dan bencana?” Nabi Ayyub lah pemimpin mereka ke surga.

Kemudian didatangkan pula Abu Bakar Ash Shiddiq (r.a.) sedang di atas kepalanya terpasang mahkota dari cahaya, dengan berpakaian sutera halus dan sutera tebal. Lantas diserukan, “Mana orang-orang yang shiddiq?” Abu Bakar lah pemimpin mereka ke surga.

Setelah itu, Umar bin Khoththob (r.a.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang suka menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemunkaran?” Umar lah pemimpin mereka ke surga.

Berikutnya, Utsman bin Affan (r.a.) dibawa menghadap, lalu diserukan, “Mana orang-orang yang tidak melakukan perbuatan maksiat karena malu kepada ALLAH?” Utsman lah pemimpin mereka ke surga.

Kemudian didatangkan pula Ali bin Abi Tholib (k.w.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang berperang di jalan ALLAH?” Ali lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya dihadapkan pula Hasan dan Husein (r.a.) lalu diserukan, “Mana orang-orang yang teraniaya dan terbunuh dalam mentaati ALLAH?” mereka berdua lah sebagai pemimpin mereka ke surga.

Setelah itu, dihadapkan sahabat Mu’adz bin Jabal (r.a.) lalu diserukan, “Mana para fuqoha?” Mu’adz lah pemimpin mereka ke surga.

Selanjutnya dihadapkan pula sahabat Bilal Al-Habsyi (r.a.) lalu diserukan, “Mana para tukang adzan?” Bilal lah pemimpin mereka ke surga.

QS Ar Ruum 30 ayat 30: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALLAH; fitrah ALLAH yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah ALLAH. agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Marilah kita berjuang dan berdoa dengan mengharapkan rahmat ALLAH, agar bisa mengamalkan agama fitrah ini.

--------------------------------------------------------------------------------

Papahan, 19 Sya’ban 1447 / 7 Februari 2026

Referensi :

1.     Idrus Alkaf, Terjemah Durratun Nasihin karya Al Allama H Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawi, CV Karya Utama, Surabaya

2.     IQuran

Sikap mengikuti fitrah dirinya akan membawa kepada maqom terbaiknya

  Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Dzat ...