Hamba berlindung kepada ALLAH dari setan yang terlaknat.
Dengan asma
ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji
bagi ALLAH, Rabb alam semesta.
Salam dan
sholawat untuk Nabi Muhammad (s.a.w.) beserta keluarga dan keturunannya.
QS
Al Kahfi 18 ayat 7-8: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi
sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka
yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan
apa yang di atasnya (Bumi) menjadi tanah kering lagi tandus.
Insya ALLAH
umat sedang memasuki saat-saat kritis, dimana ujian (fitnah) keimanan akan
mencapai puncaknya. Sebagaimana janji ALLAH SWT dalam QS Al Kahfi di atas. BMKG
dan kanal-kanal cuaca telah menyampaikan bahwa pada Agustus 2026 akan terjadi
kekeringan yang panjang. Nabi (s.a.w.) juga telah menubuwatkan perihal bumi
menjadi kering dan tandus, sebagaimana diriwayatkan oleh Asma’ binti Yazid: Tiga
tahun sebelum keluarnya Dajjal, langit akan menahan sepertiga hujannya, bumi
menahan sepertiga tumbuhannya, pada tahun kedua, langit menahan dua pertiga hujannya
dan bumi menahan dua pertiga tumbuhannya, pada tahun ketiga langit menahan
seluruh hujannya dan bumi menahan seluruh tumbuhannya, maka tidak ada satu pun
hewan bersepatu dan berkuku kecuali mati. HA Ahmad No. 27568.
Kenapa
informasi ini sangat penting? Karena menurut penjelasan Muhammad Al Fuli, bahwa
keruntuhan kerajaan Saudi diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2029.
Bertepatan dengan tahun ketiga masa kekeringan dan tandus yang merupakan tanda
akan munculnya Dajjal Al Masih yang merupakan fitnah kejahatan terbesar.
Kemunculan Dajjal disertai kemarahan akibat rencana konspirasinya gagal total.
Hal ini terkait dengan bertugasnya Imam Mahdi menata kembali umat manusia
kepada fitrah yang haqq, yang otomatis berseberangan dengan rencana Dajjal.
Bukankah Dajjal berkonspirasi untuk menjauhkan iman umat manusia kepada ALLAH?
Di saat iman
umat manusia menjauh dari ALLAH, maka Dia akan hadir dengan bencana alam yang
akan menarik kembali iman kepada-Nya. Iman yang sejati, yaitu iman kepada
ALLAH, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Qodho &
Qodar-Nya serta yaqin akan Akhirat-Nya. Bukankah umat sekarang telah tergeser
imannya? Mereka beriman kepada harta, ilmu dan kekuasaan. Mereka mengejar harta
dunia, karena mereka meyakini bahwa harta dunia akan menjauhkan mereka dari
masalah. Mereka menjadikan ilmu untuk menyelesaikan segala permasalahan. Mereka
juga berebut kekuasaan demi kepentingan diri dan kelompoknya. Tatanan sistem
saat ini telah menjerat manusia untuk menjauhi keimanan yang haqq. Tak ada
manusia yang mampu melepaskan diri dari jeratan tatanan sistem setan ini,
kecuali dengan rahmat berupa pertolongan ALLAH SWT.
Kalau kita
mengamati tujuan Iblis beserta bala pasukan setannya, baik dari golongan jin
maupun manusia. Mereka menargetkan kesesatan bagi Bani Adam bahkan hingga
dimurkai ALLAH SWT. Saat ini, tujuan tersebut hampir tercapai, namun dengan
rahmat berupa pertolongan ALLAH SWT hal tersebut akan digagalkan. ALLAH SWT
akan memurnikan keimanan sebagian umat dan meneguhkan dengan Ruh-Nya. Mereka
akan dibangkitkan dalam kesulitan hidup yang luar biasa. Bukankah saat ini umat
Islam sedang dihimpit oleh Israel dan Amerika? Umat Islam dipaksa tunduk dan
menyerah kepada mereka selain dengan tatanan sistem yang menjerat, hingga
penggunaan alat-alat perang. Bukankah mereka menyerang Iran di bulan Haram?
Dalam himpitan
yang mencekik ini, maka rahmat ALLAH akan menguatkan iman umat Islam. Dengan
kekuatan iman, maka umat Islam harus bangkit untuk mengalahkan kezaliman dan
menegakkan yang haqq. Wahai umat Islam, teguhkan imanmu kepada ALLAH dan
Rasul-Nya! Sudah waktunya kewajiban berperang kita jalankan sesuai skala
kemampuan kita masing-masing. Dan di saat pemimpin yang diberi petunjuk (Imam
Mahdi (a.s.)) telah hadir, maka saatnya berbaiat kepada beliau. Dengan
kepemimpinannya, maka semua kezaliman akan dirobohkan. QS Al Anfal 8 ayat 39: Dan
perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata
untuk ALLAH. Jika mereka berhenti, maka sesungguhnya ALLAH Maha Melihat apa
yang mereka kerjakan.
QS Ali Imron 3
ayat 195: Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya, “Sesungguhnya Aku
tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki
atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka
orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti
pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan
kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang
mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi ALLAH. Dan ALLAH
pada sisi-Nya pahala yang baik.”
Marilah kita berjuang melaksanakan perintah ini tanpa keraguan.
--------------------------------------------------------------------------------
Papahan,
5 Syawal 1447 / 24 Maret 2026
Referensi :
1. IQuran