Selasa, 08 September 2026

Apakah Yang Dimaksud Dengan Kesadaran?

Apakah yang dimaksud dengan kesadaran?

Kesadaran selalu diantonimkan dengan ketidaksadaran seperti tidur, pingsan, mati suri, kematian bahkan gila atau kesurupan.

Kalau kesadaran diantonimkan dengan tidur, maka kesadaran adalah keadaan jiwa yang menyatu dengan raganya dan ruhnya tidak dicabut. Hal ini didasarkan atas ayat QS Az Zumar 39 ayat 42: ALLAH memegang jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang sudah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan ALLAH bagi kaum yang berfikir. Dimana saat seseorang tidur, jiwanya sedang dipegang ALLAH SWT. Menariknya dalam keadaan tidur, raganya masih bisa bergerak.

Kalau kesadaran diantonimkan dengan pingsan, dimana jiwanya mungkin juga sedang dipegang ALLAH SWT, namun raganya tidak bisa bergerak dan ruhnya tidak dicabut.

Demikian pula kalau kesadaran diantonimkan dengan mati suri, seperti orang pingsan, namun dari catatan Raymond A. Moody JR., M.D. dalam buku Life After Life dikisahkan jiwanya sedang menuju ke sesuatu akibat kesakitan yang sangat perih, namun karena belum waktunya, kemudian dikembalikan ke raganya.

Hampir sama dengan mati suri, kalau kesadaran diantonimkan dengan kematian, konon dikisahkan bahwa jiwanya menghadap ALLAH SWT setelah ruhnya dicabut. Kalau beruntung bisa mendapatkan ampunan dan rahmat ALLAH SWT sebelum dikembalikan ke raganya, kalau tidak langsung dikembalikan ke raganya sesuai tingkatan amal ibadahnya.

Lalu bagaimana kalau diantonimkan dengan gila atau kesurupan? Dimana raganya menguasai atau terkuasai oleh makhluk lain, sedangkan jiwanya hanya bisa menyaksikan atau bahkan terisolasi.

Bagaimana juga dengan orang baru bangun tidur, siuman, linglung, orang mabuk bahkan janin, bayi, balita?

Dengan demikian kesadaran bisa bertingkat-tingkat. Awalnya adalah bangun atau terjaga atau siuman, yaitu penyatuan kembali antara jiwa dengan raga dan fungsi sensorik, somatik dan motorik mulai aktif. Lalu aktifnya hati, mulai menilai apa-apa yang disaksikan dan mulai muncul keinginan. Tahap terakhir adalah aktifnya pikiran, dimana dia mulai mengetahui, memahami bahkan sudah siap untuk beraktifitas.

Kalau semua informasi dirangkum, maka kesadaran memiliki beberapa tingkatan, yaitu:

1.      Tidak/belum sadar.

2.     Terbangun atau terjaga atau siuman yang bisa dinyatakan sebagai keadaan jiwa dan raga yang Kembali menyatu sebagai satu kesatuan dengan jiwa sebagai pemimpinnya.

3.    Indra, somatik dan motoriknya (a5’) mulai difungsikan.

4.    Penilaian hati (a5’’) mulai difungsikan, pada tingkatan ini seseorang akan dimintai tanggung jawab atas ucapan dan perbuatannya karena sudah bisa menilai baik buruknya suatu perbuatan.

5.    Keinginan (a6’’) mulai aktif.

6.    Mulai menyaksikan diri dan sekitarnya, karena diaktifkannya memori (a5’’’)

7.     Memahami diri dan lingkungannya baru disebut dalam kesadaran penuh setelah pengertian (a6’’’) aktif.

Dengan tingkatan kesadaran ini, maka orang linglung adalah ketika memorinya belum aktif. Orang mabuk bisa kehilangan kesadaran, dalam hal ini pikiran. Pada bayi, walaupun sudah ada penyatuan jiwa dengan raga, namun kemampuan-kemampuan mulai aktif secara bertahap.

Dalam dunia medis menurut Halodoc, tingkat kesadaran manusia dibagi menjadi 7 tingkat berdasarkan respons dan fungsi otak dan diukur menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS), yaitu:

1.      Sadar Penuh (Compos Mentis): Kondisi kesadaran optimal, dimana seseorang sadar sepenuhnya, dapat berfikir jernih dan merespons lingkungan dengan baik (Skor GCS 14-15).

2.     Apatis: Kondisi acuh tak acuh, tampak segan dan kurang peduli terhadap orang atau lingkungan sekitar (Skor GCS 12-13).

3.    Delirium: Kondisi kebingungan mental akut disertai gelisah, disorientasi waktu atau tempat dan kadang berhalusinasi (Skor GCS 10-11).

4.    Somnolen: Keadaan sangat mengantuk, tetapi mudah dibangunkan dengan rangsangan ringan atau suara, lalu bisa tertidur kembali.

5.    Sopor (Stupor): Penurunan kesadaran yang lebih dalam; seseorang hanya merespons jika diberi rangsangan kuat seperti nyeri.

6.    Semi Koma: Penurunan kesadaran yang sangat berat, hanya merespons sebagian kecil terhadap rangsangan nyeri dan tidak ada respons verbal.

7.     Koma: Kondisi tidak sadar total, tidak ada respons terhadap suara maupun rangsangan nyeri (Skor GCS 3).

Nah, bagaimana dengan sadar ALLAH?

Semestinya seseorang yang mengaku sadar ALLAH artinya sudah semakin memahami ALLAH dengan pengertian yang diterimanya. Yang perlu diingat adalah tidak seorang hamba pun yang mampu mengenal-Nya. Tingkat pengenalan hanyalah pendekatan. Maka ketika seseorang menggunakan akalnya (a7’’’), yang bisa dilakukan hanyalah meyakinkan diri dengan berita yang disampaikan oleh Dia melalui utusan-utusan-Nya.


Papahan, 30 Agustus 2026 / 17 Rabiulawal 1448

 

Referensi:

1.      IQuran

2.     Raymond A. Moody JR., M.D., Life After Life, Harper One, 2014

3.    Situs: Halodoc 

Apakah Yang Dimaksud Dengan Kesadaran?

Apakah yang dimaksud dengan kesadaran? Kesadaran selalu diantonimkan dengan ketidaksadaran seperti tidur, pingsan, mati suri, kematian bah...